Pangan Tradisional “Lebih” dari Makanan Modern
Pangan lokal/tradisional adalah makanan dan minuman, termasuk makanan jajanan serta bahan campuran atau ingredients yang digunakan secara tradisional dan telah lama berkembang secara spesifik di daerah atau masyarakat Indonesia (Nuraida dan Dewanti-Hariyadi, 2001). Selanjutnya Pangan Tradisional diolah dari resep yang telah lama dikenal oleh masyarakat setempat dengan menggunakan bahan-bahan yang diperoleh dari sumber lokal dan memiliki citarasa yang relatif sesuai dengan masyarakat setempat.
Indonesia memiliki jenis pangan lokal/tradisional yang sangat beragam, dimana hampir setiap daerah di Indonesia memiliki Pangan Tradisional yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Produk Pangan Tradisional yang terdapat di Indonesia dapat diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya. Menurut Winarno dkk (1999), Pangan Tradisional dapat diklasifikasikan menjadi makanan utama, kudapan atau jajanan dan minuman. Produk pangan lokal ini menggunakan berbagai bahan baku yang hampir semuanya merupakan bahan baku lokal seperti umbi-umbian ataupun sumber karbohidrat lain, buah-buahan, rempah-rempah, kacang-kacangan dan lain-lain.
Dari kenyataan tersebut dapat dilihat bahwa potensi pengembangan Pangan Tradisional untuk mendukung program ketahanan pangan sangat terbuka lebar terutama untuk produk pangan yang diproduksi dari bahan baku sumber karbohidrat. Mengingat Pangan Tradisional ini telah ada sejak lama dalam suatu masyarakat di suatu daerah maka pemilihan Pangan Tradisional sebagai pendukung program ketahanan pangan sangat tepat karena tidak memerlukan tahapan pengenalan ataupun perubahan prilaku konsumsi pangan di daerah yang bersangkutan.